PJJ S1 PGSD dan Efektifitas Ilmu yang di Peroleh
PJJ S1 PGSD dan Efektifitas Ilmu yang di Peroleh
Oleh : Subiharto
Berbicara pendidikan memang tidak ada batasnya, karena pendidikan dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja dengan siapa saja. Dalam KBBI di jelaskan bahwa pen·di·dik·an adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara, perbuatan mendidik. Melihat pengertian pendidikan yang diutarakan dalam KBBI tersebut saya berpikir bahwa pendidikan yang baik itu harus ada interaksi antara pendidik dan yang didik secara langsung. Dengan interaksi secara langsung inilah pendidik dapat tahu secara langsung hasil/perubahan yang terjadi pada anak didik dan juga tahu secara langsung tentang efektifitas pendidikan yang telah maupun sedang berlangsung.
Menurut Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, pendidikan jarak jauh (PJJ) adalah pendidikan yang peserta didiknya terpisah dari pendidik dan pembelajarannya menggunakan berbagai sumber belajar melalui teknologi komunikasi, informasi dan media lain.
Perlu diketahui bahwa ada aturan tentang penyelenggaraan program pendidikan tinggi jarak jauh (PTJJ) yaitu program pendidikan tinggi dengan proses pembelajaran yang dilakukan secara jarak jauh melalui penggunaan berbagai media komunikasi. PTJJ ini diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang memenuhi persyaratan (SK Mendiknas nomor 107/U/2001 tanggal 2 Juli 2001) dan saat ini yang telah melaksanakan PTJJ adalah Universitas Terbuka dan beberapa Universitas Negeri serta Swasta.
Program PJJ S1 PGSD adalah program pemerintah untuk mencetak calon-calon guru Sekolah Dasar yang dilaksanakan diperguruan tinggi. Dimana program ini diselenggarakan untuk pemenuhan kebutuhan guru Sekolah Dasar yang sekarang sangat-sangat dibutuhkan untuk re-generasi guru SD khususnya dan membangun guru professional yang bebas gaptek (gagap teknologi). Mahasiswa PJJ S1 PGSD ini adalah mahasiswa yang telah lulus dari D2 PGSD yang terdiri dari yang sudah menjadi PNS dan yang masih wiyata bakti.
Mengenai tantang efektifitas perkuliahan PJJ S1 PGSD ini, saya sangat meragukan karena dalam asumsi saya ada beberapa faktor yang mempengaruhi efektifitas hasil dari program PJJ S1 PGSD, yaitu ;
- Niat dari mahasiswa hanya untuk mendapatkan gelar S. Pd (Sarjana Pendidikan).
- Niat mahasiswa yang sudah PNS hanya untuk menaikan golongan agar gajinya naik.
- Sebagai syarat untuk memenuhi tuntutan pemerintah, karena guru SD harus Sarjana.
- Kurangnya tatap muka dengan dosen pengampu mata kuliah.
- Jauhya fasilitas internet, yang kadang membuat mahasiswa malas untuk mengakses diinternet tsb.
Banyaknya kesibukan ; antara mengajar siswa di SD dan belajar untuk tugas kuliah.
Dari hal-hal diatas tentu akan memancing pertanyaan besar, “Kenapa Pemerintah mendukung program PJJ S1 PGSD?” dan “efektifkah model perkuliahan seperti ini?”
