*Narimo ing Pandum*

Menulis adalah bekerja untuk keabadian…!

Archive for Desember 2008

31 December 2008 ; Saturated Morning

with 2 comments

Pagi ini adalah pagi yang cukup membingungkan, mau melakukan apa saja bingung, merenung menghadap laptop, otak-atik blog, dan sambil merasakan sedikit rasa mules karena masuk angin dari kemarin. Kebingungan ini bukan karena aku gagal menjadi PNS tetapi…. Baca entri selengkapnya »

Written by Bejo Saputro

Desember 31, 2008 at 6:21 am

Ditulis dalam Bejo

Bejo ; Nama Panggilanku

with 3 comments

Aku lahir pagi hari di akhir Juli 1986. Menurut mitos orang yang lahir pagi hari katanya penakut, tapi penakut yang bagaimana aku sendiri kurang jelas. Orang tuaku memberiku nama Subiharto, yang aku sendiri tidak tahu itu artinya apa. Tapi Baca entri selengkapnya »

Written by Bejo Saputro

Desember 30, 2008 at 3:04 pm

Ditulis dalam Bejo, Nama Panggilanku

Ditandai dengan ,

Aku Belajar Menulis ; Scientiarum

with 6 comments

Aku adalah mahasiswa UKSW angkatan 2005. Sejak pertama masuk di UKSW aku langsung teribat dalam kepanitiaan-kepanitiaan dan organisasi di Lembaga Kemahasiswaan dengan harapan mendapatkan tambahan wawasan dan pengalaman yang mungkin tidak aku dapatkan didalam perkuliahan. Baca entri selengkapnya »

Written by Subiharto

Desember 30, 2008 at 2:46 pm

“Campursari Berujung Keributan”

without comments

Kamis, 25 Desember 2008 yang bertepatan dengan hari Natal ini ada sebuah acara khitanan di desa Karang Panas, Kec. Jati-Blora. Acara tersebut dimeriahkan dengan mengundang grup campur sari “Bagong Mudho” yang berasal dari Doplang—desa tetangga.

Campursari dijadwalkan mulai pada pukul 20.00 WIB dan saat itu juga tiga penyanyi yang cantik-cantik Baca entri selengkapnya »

Written by Bejo Saputro

Desember 26, 2008 at 9:50 am

Ditulis dalam Journal, Kesenian

Ditandai dengan , ,

Biografi Penulis

with 4 comments

Saya adalah mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar UKSW, sebelumnya adalah alumni STM tahun 2004 yang lalu. Ketika masuk PGSD, saya merasa harus mulai dari Nol lagi, karena apa yang saya pelajari di STM, jauh berbeda dengan apa yang saya pelajari di perkuliahan. Saya kadang minder dengan teman-teman mahasiswa tamatan SMA, dimana, mereka terlihat mudah menangkap apa yang disampaikan dosen—sebagian besar apa yang disampaikan adalah pengembangan dari pelajaran SMA—itu tidak saya dapatkan di STM. Background seperti ini menyimpang, saya berusaha untuk mengejar, karena saya yakin saya mampu seperti mereka.

Saya anak dari pasangan petani yang tinggal di Dusun Kaligawan, kelurahan Jeruk, Kec. Randublatung—Blora. Disanalah saya bersama keluarga tinggal di gubuk sederhana dan hidup dari hasil bertani. Dukungan kedua orang tua, membuat saya selalu mencoba, menjadi orang berguna bagi nusa dan bangsa, ini merupakan mimpi saya kedepan.

Untuk mengawali dalam mewujudkan mimpi itu, saya memilih menulis. Bekal ilmu pas-pasan, saya berusaha untuk mengikuti apa yang telah dikatakan oleh Pramudya Ananta Tour, dalam Khotbah dari Jalan Hidup mengatakan, “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”

Membagikan ilmu pengetahuan dan apa yang saya ketahui melalui tulisan adalah salah satu tujuan hidup saya. Dan dalam menulis ini saya mencoba mengacu pada kata-kata Andreas Harsono yang terdapat pada artikelnya yang berjudul “Menulis Butuh Tahu dan Berani”. Dengan salah satu pesan dari peneliti di LIPI yaitu “Peneliti boleh salah, tapi tidak boleh bohong”.

Beberapa hal tersebut diataslah yang membuat saya mau dan memberanikan diri untuk menulis dengan apa yang saya ketahui dan saya amati. Entah apa yang akan terjadi nanti, saya akan selalu berusaha untuk mewujudkan apa yang menjadi harapan hidup saya. Amin…!

Written by Bejo Saputro

Desember 25, 2008 at 4:26 pm

Ditulis dalam Bejo