*Narimo ing Pandum*

Menulis adalah bekerja untuk keabadian…!

Berbahasa Indonesia; Bisa karena Terbiasa

tinggalkan komentar »

Menilik adanya salah satu fungsi Bahasa Indonesia adalah sebagai bahasa pemersatu, secara tidak langsung seluruh elemen masyarakat akan belajar Bahasa Indonesia agar dapat bekomunikasi dengan beragam kelompok masyarakat dari berbagai wilayah di seluruh Indonesia.

Ironis, bahasa yang dulu diperjuangkan oleh pemuda hingga akhirnya disahkan dalam sumpah pemuda tahun 1928, kini kian hari kian terkikis oleh bahasa lain. Hal ini diungkapkan salah seorang cendekiawan sosial, Ariel Heryanto dalam salah satu artikelnya yang bejudul “Engdonesia” (Kompas : 30 Oktober 2005). Inti dari ungkapan Ariel adalah maraknya “plesetan” Bahasa Indonesia yang menjadi lingua franca Bangsa Indonesia, menjadi “bahasa gaul” dengan mengkolaborasikan bahasa Inggris dengan Bahasa Indonesia, Bahasa Daerah dan bahasa-bahasa yang lain.

Melihat adanya fenomena yang semakin membudaya tersebut, sebagai guru Sekolah Dasar hendaknya tanggap dan turut mengambil sikap demi mempertahankan keaslian “Bahasa Indonsesia” ini. Dengan pertimbangan bahwa pendidikan di Sekolah Dasar adalah salah satu pilar/pondasi pendidikan Bangsa ini, maka penekanan pembelajaran Bahasa Indonesia yang efektif untuk Sekolah Dasar menjadi sangat penting sebagai wujud langkah awal dalam melestarikan dan menjunjung tinggi Bahasa Indonesia. Lalu bagaimana?

Pembelajaran Bahasa Indonesia yang Efektif di SD

Pemebelajaran adalah interaksi antara beberapa orang yang saling belajar. Tidak terpaut waktu dan tempat. Dan dalam pelajaran Bahasa Indonesia (khususnya di Sekolah) sendiri terdiri dari empat aspek yang berkesinambungan yaitu; membaca, menulis, mendengar dan berbicara.
Keefektifan PBM (Proses Belajar Mengajar) dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dapat tercapai yaitu dengan menyusun dan menerapkan rangkaian metode pembelajaran yang sesuai dengan materi ajar. Dan juga menyiapkan media, permaian, dan lain sebagainya yang mendukung tercapainya tujuan pembelajaran.

Selain itu yang perlu ditekankan untuk menunjang pembelajaran Bahasa Indonesia yang baik adalah dengan penerapan penggunaan Bahasa Indonesia secara kontinu dan terpadu. Hal ini harus di dukung oleh setiap mata pelajaran dan guru pelajaran yang lain, bukan hanya saat pelajaran Bahasa Indonesia saja.

Misal, dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) siswa diminta menjawab pertanyaan dengan menjelaskan (baik tertulis maupun lisan). Dalam hal ini guru dapat menyelipkan pelajaran Bahasa Indonesia salah satunya yaitu dengan “meluruskan” kalimat yang diutarakan siswa. Baik mengenai struktur kalimat atau mengenai ketepatan Bahasa Indonesia yang benar (baku), selain ketepatan jawaban yang sesuai konteks pertanyaan.

Ada sebuah semboyan, “Bisa karena terbiasa.” Nah, jika dikaitkan dengan pembelajaran Bahasa Indonesia, maka untuk membiasakan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, hendaknya dalam setiap PBM—tanpa terkecuali—juga menggunakan pengantar Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Bila perlu tanpa toleransi.

Intinya, selain menyiapkan rencana pembelajaran dengan berbagai media dan model pembelajaran, semua guru hendaknya mengupayakan untuk menerapkan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik diberbagai tempat. Baik saat pembelajaran di kelas maupun saat berinteraksi diluar kelas. Dengan penerapan ini akan dapat membantu siswa terhindar dari penyimpangan penggunaan bahasa Indonesia, seperti menjadi “bahasa gaul” atau “Engdonesian” dan mampu meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia siswa menjadi lebih baik. Kiranya begitu!

Written by Subiharto

November 7, 2009 pada 1:09 am

Ditulis dalam Pendidikan

Ditandai dengan ,

Tinggalkan Balasan