<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk *Narimo ing Pandum*</title>
	<atom:link href="http://bejosaputro.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bejosaputro.wordpress.com</link>
	<description>Menulis adalah bekerja untuk keabadian...!</description>
	<lastBuildDate>Fri, 23 Oct 2009 02:58:23 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di Yah…, Sama-sama Belajar oleh Bejo Saputro</title>
		<link>http://bejosaputro.wordpress.com/2009/10/21/yah%e2%80%a6-sama-sama-belajar/#comment-65</link>
		<dc:creator>Bejo Saputro</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 02:58:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bejosaputro.wordpress.com/?p=363#comment-65</guid>
		<description>Iya Mas, saya sedang belajar menulis dengan berbagai gaya, tulisan ini tentu sangat berbeda dengan gaya-gaya sebelumnya--yang biasa aku tulis. Namun, pada dasarnya semua sama, menuangkan gagasan dan ide yang tertampung dalam memory ku.

mungkin sedikit berbeda dengan kawan anda, karena sekarang aku sudah tak pernah menggunankan tinta lagi dalam menulis, namun cukup dengan menggerakkan jari-jari nakalku di atas keyboard dengan tuntunan dari otakku, hahahaha.... :D


Salam Blogger juga,
Bejo Saputro</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Iya Mas, saya sedang belajar menulis dengan berbagai gaya, tulisan ini tentu sangat berbeda dengan gaya-gaya sebelumnya&#8211;yang biasa aku tulis. Namun, pada dasarnya semua sama, menuangkan gagasan dan ide yang tertampung dalam memory ku.</p>
<p>mungkin sedikit berbeda dengan kawan anda, karena sekarang aku sudah tak pernah menggunankan tinta lagi dalam menulis, namun cukup dengan menggerakkan jari-jari nakalku di atas keyboard dengan tuntunan dari otakku, hahahaha&#8230;. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Salam Blogger juga,<br />
Bejo Saputro</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Yah…, Sama-sama Belajar oleh masmpep</title>
		<link>http://bejosaputro.wordpress.com/2009/10/21/yah%e2%80%a6-sama-sama-belajar/#comment-64</link>
		<dc:creator>masmpep</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 03:36:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bejosaputro.wordpress.com/?p=363#comment-64</guid>
		<description>menulis bagi saya adalah belajar mengekspresikan sesuatu. agar yang ada di kepala, dan di hati dapat diungkapkan. seringkali setelah menulis saya kembali merasa berenergi. padahal menulis mengeluarkan energi. entahlah.

menulislah ketika kamu ingin berbicara, kata seorang kawan saya. ya. katakan dengan tinta.

salam blogger,
masmpep.wordpress.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>menulis bagi saya adalah belajar mengekspresikan sesuatu. agar yang ada di kepala, dan di hati dapat diungkapkan. seringkali setelah menulis saya kembali merasa berenergi. padahal menulis mengeluarkan energi. entahlah.</p>
<p>menulislah ketika kamu ingin berbicara, kata seorang kawan saya. ya. katakan dengan tinta.</p>
<p>salam blogger,<br />
masmpep.wordpress.com</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Subyektifitas dan Realita Kuliah oleh yoga</title>
		<link>http://bejosaputro.wordpress.com/2009/07/28/subyektifitas-dan-realita-kuliah/#comment-63</link>
		<dc:creator>yoga</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2009 05:46:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bejosaputro.wordpress.com/?p=335#comment-63</guid>
		<description>itu memang relaita di universitas, tak menutup kemungkinan juga bahwa itu adalah gambaran di universitas kita jo..
tapi bagaimana yah.. solusinya agar kondisi perkuliahan tidak terjadi seperti yang kamu gambarkan tapi justru ruang kuliah digemari oleh mahasiswa dan bisa memberikan inspirasi dan ilmu? mari kita bareng-bareng coba pikirkan apa solusinya agar mahasiswa tidak hanya sekedar bangga dengan status &quot;mahasiswa&quot; tapi benar-benar mengerti tentang apa yang harus mereka lakukan sebagaimana mestinya mahasiswa. trims</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>itu memang relaita di universitas, tak menutup kemungkinan juga bahwa itu adalah gambaran di universitas kita jo..<br />
tapi bagaimana yah.. solusinya agar kondisi perkuliahan tidak terjadi seperti yang kamu gambarkan tapi justru ruang kuliah digemari oleh mahasiswa dan bisa memberikan inspirasi dan ilmu? mari kita bareng-bareng coba pikirkan apa solusinya agar mahasiswa tidak hanya sekedar bangga dengan status &#8220;mahasiswa&#8221; tapi benar-benar mengerti tentang apa yang harus mereka lakukan sebagaimana mestinya mahasiswa. trims</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Merantau, Demi Ilmu Sang Anak oleh Bejo Saputro</title>
		<link>http://bejosaputro.wordpress.com/2009/06/20/merantau-demi-ilmu-sang-anak/#comment-62</link>
		<dc:creator>Bejo Saputro</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2009 07:53:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bejosaputro.wordpress.com/?p=332#comment-62</guid>
		<description>Yah, klo dipikir-pikir, mereka &quot;drop out&quot; mungkin karena sudah memiliki pedoman sendiri yang matang atau keyakinan bahwa tanpa kuliah mereka yakin bisa menjadi sukses.

Tapi ini konteksnya niat serta kegigihan orang tua membekali ilmu pada anak-anaknya. kerena minimnya ilmu yang dimiliki orang tua.

Nah, maka dengan jalan menyekolahkan, syukur2 sampai bangku kuliah, diharapkan dengan ilmu yang di dapat, mampu mengubah nasib anak2 mereka menjadi lebih baik.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yah, klo dipikir-pikir, mereka &#8220;drop out&#8221; mungkin karena sudah memiliki pedoman sendiri yang matang atau keyakinan bahwa tanpa kuliah mereka yakin bisa menjadi sukses.</p>
<p>Tapi ini konteksnya niat serta kegigihan orang tua membekali ilmu pada anak-anaknya. kerena minimnya ilmu yang dimiliki orang tua.</p>
<p>Nah, maka dengan jalan menyekolahkan, syukur2 sampai bangku kuliah, diharapkan dengan ilmu yang di dapat, mampu mengubah nasib anak2 mereka menjadi lebih baik.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Merantau, Demi Ilmu Sang Anak oleh wit</title>
		<link>http://bejosaputro.wordpress.com/2009/06/20/merantau-demi-ilmu-sang-anak/#comment-61</link>
		<dc:creator>wit</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 16:15:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bejosaputro.wordpress.com/?p=332#comment-61</guid>
		<description>karena asumsi, kalau kuliah nanti akan jadi (lebih) kaya.

padahal, kuliah dan pekerjaan hasil kuliah, hanyalah salah satu cara menjalani hidup.

banyak orang sukses hasil &#039;drop out&#039; dari bangku kuliah,

gimana mas bejo?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>karena asumsi, kalau kuliah nanti akan jadi (lebih) kaya.</p>
<p>padahal, kuliah dan pekerjaan hasil kuliah, hanyalah salah satu cara menjalani hidup.</p>
<p>banyak orang sukses hasil &#8216;drop out&#8217; dari bangku kuliah,</p>
<p>gimana mas bejo?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di “MAHASISWA BAYAR, KULIAH LIAR” oleh wit</title>
		<link>http://bejosaputro.wordpress.com/2009/02/20/%e2%80%9cmahasiswa-bayar-kuliah-liar%e2%80%9d/#comment-60</link>
		<dc:creator>wit</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2009 13:28:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bejosaputro.wordpress.com/?p=195#comment-60</guid>
		<description>&lt;i&gt;Kuliah kosong tanpa pemberitahuan dari dosen, membuat mahasiswa mondar-mandir tidak jelas di kampus. Kosong dalam perkuliahan masih mending, jika mahasiswa diberi tahu sebelumnya.&lt;/i&gt;

saya dosen, paling terlambat sy memberitahu &#039;kosong&#039; adalah menempel pengumuman di pintu masuk kelas, jadi mahasiswa yang sudah datang tidak perlu menunggu lama-lama hanya untuk &#039;tidak jadi kuliah&#039;

sekarang teknologi sudah maju, pemberitahuan khan bisa via SMS, telepon, email, atau via fesbuk juga bisa.

&lt;i&gt;“saya ini sibuk, saya ini sakit, saya sebenarnya harus pergi,” dan satu ujung-ujungnya adalah “saya datang kesini demi kalian.”&lt;/i&gt;

hm.. ya dosen khan tugas utamanya memang mengajar/membimbing mahasiswa, ya itu dilakukan JUGA demi hidupnya si dosen sendiri tho..

&lt;i&gt;Dalam suatu Perguruan Tinggi, tentu ada kegiatan/acara, jika itu dikerjakan dosen, maka jelas ada “Tips”, upah yang dapat menambah penghasilannya.&lt;/i&gt;

ya benar, kadang nambahnya jauh lebih banyak daripada gaji mengajar berbulan-bulan, tapi kadang juga cuma &#039;pengabdian masyarakat&#039;.


sebenarnya mahasiswa yang tidak puas dengan dosennya, dapat MELAPORKAN dosen tersebut kepada Kaprodi, atau Dekan, dan bisa via BPM yang memang bertugas mewakili mahasiswa.  Karena kalau langsung lapor, bisa jadi dosen terlapor tidak terima, malah bisa hubungan dosen-mhs jadi terganggu.  Mahasiswa jangan hanya GRUNDELAN thok.. ya menulis seperti ini cukup baik, tapi masalahnya SIAPA YANG MEMBACA TULISAN INI? Dosenkah? Pejabat Fakultas/Universitaskah?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><i>Kuliah kosong tanpa pemberitahuan dari dosen, membuat mahasiswa mondar-mandir tidak jelas di kampus. Kosong dalam perkuliahan masih mending, jika mahasiswa diberi tahu sebelumnya.</i></p>
<p>saya dosen, paling terlambat sy memberitahu &#8216;kosong&#8217; adalah menempel pengumuman di pintu masuk kelas, jadi mahasiswa yang sudah datang tidak perlu menunggu lama-lama hanya untuk &#8216;tidak jadi kuliah&#8217;</p>
<p>sekarang teknologi sudah maju, pemberitahuan khan bisa via SMS, telepon, email, atau via fesbuk juga bisa.</p>
<p><i>“saya ini sibuk, saya ini sakit, saya sebenarnya harus pergi,” dan satu ujung-ujungnya adalah “saya datang kesini demi kalian.”</i></p>
<p>hm.. ya dosen khan tugas utamanya memang mengajar/membimbing mahasiswa, ya itu dilakukan JUGA demi hidupnya si dosen sendiri tho..</p>
<p><i>Dalam suatu Perguruan Tinggi, tentu ada kegiatan/acara, jika itu dikerjakan dosen, maka jelas ada “Tips”, upah yang dapat menambah penghasilannya.</i></p>
<p>ya benar, kadang nambahnya jauh lebih banyak daripada gaji mengajar berbulan-bulan, tapi kadang juga cuma &#8216;pengabdian masyarakat&#8217;.</p>
<p>sebenarnya mahasiswa yang tidak puas dengan dosennya, dapat MELAPORKAN dosen tersebut kepada Kaprodi, atau Dekan, dan bisa via BPM yang memang bertugas mewakili mahasiswa.  Karena kalau langsung lapor, bisa jadi dosen terlapor tidak terima, malah bisa hubungan dosen-mhs jadi terganggu.  Mahasiswa jangan hanya GRUNDELAN thok.. ya menulis seperti ini cukup baik, tapi masalahnya SIAPA YANG MEMBACA TULISAN INI? Dosenkah? Pejabat Fakultas/Universitaskah?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di BT ; Kudu Misuh oleh Malu : P(etrus) WIJAYANTO&#8217;s Page</title>
		<link>http://bejosaputro.wordpress.com/2009/05/24/bt-kudu-misuh/#comment-57</link>
		<dc:creator>Malu : P(etrus) WIJAYANTO&#8217;s Page</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2009 06:09:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bejosaputro.wordpress.com/?p=299#comment-57</guid>
		<description>[...] orang banyak terarah menjadi seperti yang diinginkan orang lain (jadi ingat tulisan Bejo Saputro: BT ; Kudu Misuh***), bukan menjadi diri sendiri yang madeg mandireng pribadi. Banyak orang ingin seperti orang lain [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] orang banyak terarah menjadi seperti yang diinginkan orang lain (jadi ingat tulisan Bejo Saputro: BT ; Kudu Misuh***), bukan menjadi diri sendiri yang madeg mandireng pribadi. Banyak orang ingin seperti orang lain [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Aku Belajar Menulis ; Scientiarum oleh Bejo Saputro</title>
		<link>http://bejosaputro.wordpress.com/2008/12/30/aku-belajar-menulis-scientiarum/#comment-56</link>
		<dc:creator>Bejo Saputro</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2009 22:38:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bejosaputro.wordpress.com/?p=46#comment-56</guid>
		<description>@ syarifuddinyusni : Wass, wr. wb.
Saya masih di tempat biasa, he..., 
Saya belum bisa apa2, tulisan2 yang ada disini adalah rangkaian kata yang masih &quot;amburadul,&quot; dan karena itulah saya belum pantes untuk digurui.

Ketemu bisa kapan aja, asal kita sama2 ada waktu luang, he...

Sukses buat Anda Pak...!!! :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ syarifuddinyusni : Wass, wr. wb.<br />
Saya masih di tempat biasa, he&#8230;,<br />
Saya belum bisa apa2, tulisan2 yang ada disini adalah rangkaian kata yang masih &#8220;amburadul,&#8221; dan karena itulah saya belum pantes untuk digurui.</p>
<p>Ketemu bisa kapan aja, asal kita sama2 ada waktu luang, he&#8230;</p>
<p>Sukses buat Anda Pak&#8230;!!! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Aku Belajar Menulis ; Scientiarum oleh syarifuddinyusni</title>
		<link>http://bejosaputro.wordpress.com/2008/12/30/aku-belajar-menulis-scientiarum/#comment-55</link>
		<dc:creator>syarifuddinyusni</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2009 20:30:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bejosaputro.wordpress.com/?p=46#comment-55</guid>
		<description>ass,wr wbr. lagi dimana nih sekarang jarang ketemu, q kebetulan lagi diwarnet, mas kpn2 q kasih kesempatan ya untuk belajar menulis yang baik dan benar, serta insya Allah q juga ingin menyempatkan waktu buat mainkerumahmu ya. trims.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ass,wr wbr. lagi dimana nih sekarang jarang ketemu, q kebetulan lagi diwarnet, mas kpn2 q kasih kesempatan ya untuk belajar menulis yang baik dan benar, serta insya Allah q juga ingin menyempatkan waktu buat mainkerumahmu ya. trims.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Kelas Menulis&#8230;, oleh Karya Siswaku &#171; *Narimo ing Pandum*</title>
		<link>http://bejosaputro.wordpress.com/2009/03/19/kelas-menulis/#comment-54</link>
		<dc:creator>Karya Siswaku &#171; *Narimo ing Pandum*</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2009 18:31:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bejosaputro.wordpress.com/?p=216#comment-54</guid>
		<description>[...] dalam menulis karangan, saya mencoba menjalakan beberapa langkah seperti yang sudah tertulis di blog ini sebelumnya. Dan karena hal itu pula, sempat terlontar janji pada teman yang telah berkunjung di [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] dalam menulis karangan, saya mencoba menjalakan beberapa langkah seperti yang sudah tertulis di blog ini sebelumnya. Dan karena hal itu pula, sempat terlontar janji pada teman yang telah berkunjung di [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
